Look a Moment

Menu Pengelola

Form Login



Home
Welcome to the Frontpage
Kata Pengantar PDF Print E-mail
Written by Hendy Dwiyansyah   
Monday, 15 August 2011 10:25

Sambutan Pembuka (Iftitah)

Pembina Yayasan Ma’had Rabbani Bengkulu

H. Muhammad Syamlan, Lc


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillah, wash-sholatu was-salamu ‘ala Rasulillah. Waba’d.

Banyak sekali Allah menyerukan dalam Alqur’an agar kita mau mengambil pelajaran terhadap perjalanan kehidupan yang sudah berlalu. “Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah, karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan ajaran Allah.” (QS. Ali Imran: 137)

Ayat seperti tersebut di atas itu berulang kali Allah serukan, bahkan tidak sedikit yang Allah berikan contoh kasusnya sekaligus. Allah kisahkan kepada kita bagaimana nasib dari kaum (bangsa) Nabi Nuh, Nabi Luth, Nabi Syu’aib, Nabi Musa atau kisah Fir’aun, dan lain-lain. Yang semuanya jelas menunjukkan bahwa suatu bangsa, siapa pun dan di mana pun yang tidak membangun kehidupannya dengan agama Allah, pasti berakhir dengan kehancuran atau kehinaan, cepat atau lambat. Itu sudah sunnatullah, “walan tajida lisunnatillah tabdiilaa (Dan tidak akan kamu dapati sunnatullah itu berubah.” (QS. Al Ahzab: 62).

Sebaliknya, Allah SWT menjanjikan keberkahan dan kemuliaan bagi orang-orang mengikuti ajaran Allah, yaitu orang-orang beriman dan bertakwa, orang-orang berpegang teguh kepada Alqur’an. “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi... (QS. Al A’raaf: 96). Allah SWT juga berfirman: “Maka berpegang teguhlah kamu (Nabi Muhammad SAW) kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. Dan sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaumm...” (QS. Az Zukhruf: 43-44).

Lantas bagaimana usaha membentuk anak manusia yang beriman dan bertakwa?

Jika kita mencontoh Rasulullah Muhammad SAW bagaimana beliau memulai membentuk generasi sahabatnya sehingga mereka menjadi generasi terbaik di dunia, maka kita dapati bahwa kunci utama membentuk generasi yang beriman dan bertakwa adalah melalui pendidikan atau tarbiyah. Yaitu tarbiyah yang merupakan proses pembinaan secara menyeluruh, konfefhensif dan terpadu.

Fokus pertama yang menjadi sasaran tarbiyah adalah hati atau jiwa manusia. Karena di situlah hakekat manusia, bukan pada wujud material atau jasadiyah saja. Rasulullah mengatakan bahwa jika hati manusia itu baik maka baiklah sekujur tubuhnya. Sebaliknya jika hati itu rusak maka rusaklah seluruh anggota tubuhnya.

Ada beberapa tujuan mendidik hati, di antaranya adalah:

1. Membentuk hati yang bersih dari karat-karat kesyirikan lalu mengisi hati tersebut dengan kemurnian tauhid (pengesaan) kepada Allah , Tuhan Semesta Alam.

2. Membentuk hati yang bersih dari sifat-sifat kemunafikan, lalu mengisi hati tersebut dengan sifat shiddiq (benar, jujur dan bertanggung jawab).

3. Membentuk hati yang menempatkan nafsu pada tempat yang rendah, lalu membentuk hati agar menempatkan karakter kemulian fitri pada tempat yang tinggi.

4. Membentuk hati yang jernih, yang tidak tertutup oleh kabut kebodohan, lalu mengenalkan hati tersebut kepada Allah SWT.

Dengan demikian materi pokok tarbiyah adalah keimanan. Iman menurut versi Alqur’an dan Sunnah Nabi yang memiliki cabang lebih dari tujuh puluh. Yaitu iman yang menghunjam dalam dada lantas kemudian menggerakkan seluruh raga untuk maju bergerak. Iman bukanlah semata-mata pengetahuan teoritis, yang hanya berfungsi sebagai konsumsi otak, yang sinarnya tidak sampai menembus hati dan tidak dapat menundukkan nafsu, sebagaimana imannya sebagian kaum teolog dan filosof. Iman bukan pula semata-mata dzikir yang tiada henti yang hasilnya hanya ada dalam rohani dan tidak pernah menyentuh kehidupan sosial manusiawi, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian kaum sufi. Iman bukan pula hanya praktik-praktik ibadat ritual yang dampaknya tak lebih sekadar gerak badan, tak berdampak dalam kehidupan secara nyata.

Iman yang dimaksud disini adalah pengetahuan dan keyakinan teguh yang juga berupa ketundukan, kepatuhan dan keridhoan menjalankan perintah dan keputusan Allah SWT dengan senang hati. “Sesungguhnya jawaban orang-orang mu'min bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan perkara di antara mereka ialah ucapan: ‘Kami mendengar, dan kami patuh’. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS.24:51). Dalam hadits Nabi juga disebutkan bahwa Iman itu berupa budi pekerti yang baik dan amal yang berguna, sebagai garis pemisah antara orang beriman dengan orang yang kafir dan munafiq.

Buah dari keimanan yang dimiliki manusia adalah sikap yang mulia, sebagaimana dikemukakan Allah dalam surat Al Mukminun ayat 1-5:

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal Ini tiada terceIa. (Tetapi) barangsiapa mencari yang di balik itu (selain istri dan budak yang dimiliki) maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.”

Dari ayat di atas, terdapat 6 sikap anak didik yang menjadi indikator keberhasilan proses tarbiyah, yaitu:

1. Menjadikan mereka sebagai orang yang khusyuk dalam shalatnya, bukan orang yang lalai dan bodoh dalam shalatnya.

2. Menjadikan mereka sebagai orang yang menjauhkan diri dari perbuatan yang sia-sia, bukan orang yang melakukan kesia-siaan, kemubaziran dan kerusakan.

3. Menjadikan mereka sebagai orang yang membayar zakat atas harta mereka, bukan orang yang bakhil terhadap harta mereka.

4. Menjadikan mereka sebagai orang yang menjaga kehormatan diri, bukan para pelaku perbuatan keji.

5. Menjadikan mereka sebagai orang yang memelihara amanah dan janji yang mereka buat, bukan orang yang khianat.

6. Menjadikan mereka sebagai orang yang senantiasa memelihara shalat-shalat mereka, bukan orang yang melupakan shalat.

Sikap-sikap seperti itulah yang kami harapkan timbul sebagai hasil dari proses tarbiyah yang kami selenggarakan melalui wadah Yayasan Ma’had Rabbani Bengkulu, baik itu melalui penyelenggaraan pendidikan formal berupa sekolah TKIT dan SDIT Rabbani maupun melalui pendidikan atau pelatihan-pelatihan non formal yang peserta didiknya terdiri dari para pemuda dan orang-orang tua di Provinsi Bengkulu.

Kami menyadari bahwa kerja semacam ini (tarbiyah) adalah pelik, sulit dan panjang. Membuang berhala terbuat dari batu dan nampak di mata kepala sudah barang tentu jauh lebih mudah dan cepat ketimbang membuang berhala berupa nafsu yang berada di dalam hati manusia yang kadang tidak tampak oleh mata. Tapi itulah karakter tarbiyah, da’wah para Nabi yang menuntut kesabaran dari orang-orang pilihan.

Akhirnya, kami mohon dukungan, masukan dan nasehat kaum muslimin sekalian agar kerja kami melalui Yayasan Ma’had Rabbani Bengkulu ini berjalan sukses. Semoga Allah memberikan taufiq, pertolongan dan kekuatan kepada kita semua. Wallahu waliyuttaufiiq.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

.

Pembina Yayasan Ma’had Rabbani Bengkulu

Al-Faqir ilallah

Muhammad Syamlan

Last Updated on Saturday, 24 September 2011 15:38
 

Isi Polling

Seberapa bermanfaat keberadaan website ini menurut Anda?
 

Penghitung Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini16
mod_vvisit_counterKemarin41
mod_vvisit_counterMinggu Ini306
mod_vvisit_counterMinggu Kemarin371
mod_vvisit_counterBulan Ini2342
mod_vvisit_counterBulan Lalu1552
mod_vvisit_counterKeseluruhan175186

Kami punya: 3 guests, 1 members online
Hari ini: 31 Jul, 2014
Visitors Counter

Shorcut Menu Galeri Photo



Latest News

Popular


Powered by Joomla!. Designed by: web hosting forum top female actors Valid XHTML and CSS.